Merawat Indonesia Dengan Cinta: Pesan Inspiratif Memperingati HGN 2025

Merawat Indonesia Dengan Cinta: Pesan Inspiratif Memperingati HGN 2025

MI Nurul Huda 1 Kota Malang menggelar upacara Hari Guru Nasional (HGN) 2025 di halaman madrasah pada Senin pagi dengan penuh kekhidmatan. Seluruh siswa kelas 1–6, para guru, dan karyawan (GTK) mengikuti rangkaian kegiatan dengan tertib dan bersemangat.

Ustadz Muh. Fauzi, S.Ag., M.Pd., hadir sebagai pembina upacara mewakili Ketua Pergunu Kota Malang, Dr. H. Syamsuddin, M.Pd. (Ketua PERGUNU Kota Malang, juga sebagai Kepala MAN 2 kota Malang), yang berhalangan hadir karena tugas kedinasan. Dalam amanatnya, Ustadz Fauzi menyampaikan apresiasi dan kekagumannya atas kekhidmatan seluruh civitas akademika MI Nurul Huda 1 dalam mengikuti upacara peringatan HGN tahun ini.

Pada momentum istimewa ini, beliau mengawali sambutan dengan mengutip sebuah hadis Rasulullah SAW yang sarat pesan keilmuan:

“Kun ‘aliman aw muta’alliman aw mustami’an aw muhibban, wa la takun khomisan fatahlik.”
“Jadilah engkau orang yang berilmu, penuntut ilmu, pendengar ilmu, atau pecinta ilmu. Dan janganlah engkau menjadi yang kelima (yang tidak termasuk keempatnya), karena engkau akan celaka.” (HR. Baihaqi)

Beliau juga menambahkan hadis lain yang menegaskan pentingnya ilmu bagi kehidupan dunia dan akhirat:

“Man aradad dunya fa’alaihi bil ‘ilmi, wa man aradal akhirata fa’alaihi bil ‘ilmi, wa man aradahuma fa’alaihi bil ‘ilmi.”
“Barang siapa menginginkan kebaikan dunia, raihlah dengan ilmu. Barang siapa menginginkan kebaikan akhirat, raihlah dengan ilmu. Dan barang siapa menginginkan keduanya, maka hendaklah mencarinya dengan ilmu.” (HR. Thabrani)

Dalam penyampaiannya, Ustadz Fauzi berharap seluruh guru senantiasa istiqamah berjuang di jalan Allah, menjadi pendidik yang penuh cinta dan dedikasi. Begitu pula para siswa diharapkan terus belajar dengan tekun, berprestasi, serta tidak pernah bosan menjadi pecinta ilmu.

Beliau menegaskan bahwa guru yang hebat dan berkualitas adalah tonggak utama lahirnya generasi hebat. PGRI dan berbagai organisasi pendidikan, termasuk Pergunu, terus berupaya meningkatkan profesionalitas guru agar mampu menjalankan tugasnya secara optimal dalam mencetak generasi unggul bagi bangsa.

Dalam momentum HGN 2025 bertema “Merawat Indonesia dengan Cinta”, beliau mengajak seluruh guru untuk tajdîdun niyat — memperbarui niat dalam mengajar. Niat yang tulus diyakini akan memengaruhi kualitas proses belajar-mengajar sehingga menghasilkan ilmu yang berkah dan bermanfaat.

Beliau juga mengingatkan pentingnya guru untuk selalu belajar, terutama dalam memanfaatkan perkembangan teknologi sebagai media pembelajaran yang menyenangkan dan efektif, sejalan dengan amanah Kurikulum Berbasis Cinta (KBC).

Mengutip pesan Dr. Zakiyah Daradjat, Ustadz Fauzi menegaskan bahwa tugas guru bukan hanya mentransfer ilmu, tetapi juga menjadi teladan. Guru harus mampu menumbuhkan karakter cinta kepada Allah, cinta kepada NKRI, dan cinta kepada sesama dalam diri peserta didik.

Di akhir sambutannya, beliau berpesan agar para guru mampu mengenali setiap anak didik secara mendalam—baik karakter, latar belakang, maupun kondisi psikologisnya. Kemampuan diferensiasi pembelajaran ini memang menjadi tantangan, namun sangat diperlukan agar proses transfer ilmu berjalan maksimal. Beliau berharap, penerapan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dapat menjadi solusi untuk menciptakan pembelajaran yang lebih efektif, humanis, dan bermakna. (by-ImsyMinuhu1mlg)

 

2 Comments

  1. Munir

    MI Nurul Huda 1 Malang The Best School in Greater Malang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *