Gelar Pra Munaqasah Ummi: 215 Siswa Siap Uji Kemampuan Al-Qur’An

Gelar Pra Munaqasah Ummi: 215 Siswa Siap Uji Kemampuan Al-Qur’An

MI Nurul Huda 1 Kota Malang kembali meneguhkan komitmennya dalam mencetak generasi Qur’ani melalui pelaksanaan Pra Munaqasah Ummi semester ganjil. Kegiatan ini merupakan tahap awal sebelum munaqasah resmi dari Kantor Pusat Ummi yang dijadwalkan berlangsung pada Januari 2026.

Penanggung jawab pembelajaran Ummi di MI Nurul Huda 1, Ustadz Amin Hidayat , S.PdI. M.Pd, menjelaskan bahwa setiap lembaga yang menggunakan Metode Ummi wajib melaksanakan munaqasah. Apabila lembaga tidak menjalankan kewajiban tersebut, maka izin penggunaan metode Ummi dapat dicabut oleh pihak pengelola.

“Munaqasah adalah barometer utama keberhasilan pembelajaran Al-Qur’an. Melalui proses ini, kita dapat mengukur ketercapaian kompetensi santri secara menyeluruh,” jelas Mohammad Amin saat diwawancarai.

 

215 Siswa Ikuti Pra Munaqasah

Pra munaqasah kali ini diikuti oleh 215 siswa kelas 1 hingga kelas 6 yang telah memenuhi standar kemampuan membaca Al-Qur’an dengan fasih dan benar, menguasai tajwid beserta contohnya, hafal gharib, serta hafalan surat pendek dari An-Naas hingga Al-A’laa.

Selama satu semester ganjil, para ustadz dan ustadzah Ummi melakukan uji awal kepada santri di kelas masing-masing untuk memetakan kompetensi mereka. Data tersebut menjadi dasar penentuan peserta pra munaqasah.

Pelaksanaan pra munaqasah ditempatkan di Masjid Nasruddin Kedung Kandang, agar pengaturan teknis lebih efektif, mengingat hanya ada 12 munaqish untuk berbagai materi ujian. Sementara kegiatan pembelajaran formal tetap berlangsung seperti biasa.

 

Alasan Adanya Pra Munaqasah

Menurut Ustadz Amin, pra munaqasah diselenggarakan untuk mengatasi kendala yang muncul pada munaqasah semester genap sebelumnya. Banyak siswa, terutama kelas 6, merasa terbebani karena jadwal munaqasah berdekatan dengan persiapan ujian akhir sekolah sehingga konsentrasi mereka terpecah.

“Dari pra munaqasah ini, sekitar 70% santri dinyatakan lulus, sedangkan 30% lainnya akan mendapatkan bimbingan intensif agar siap mengikuti munaqasah res mi dari kantor pusat nanti,” ungkapnya.

 

Monitoring Ketat Demi Mutu Pembelajaran

Sebelum pra munaqasah, pihak madrasah telah melakukan monitoring berkala terhadap pembelajaran Ummi. Ustadz Amin juga turut memberikan materi ujian untuk memastikan standar kualitas tetap terjaga.

Untuk munaqasah resmi dari Kantor Pusat Ummi, kegiatan akan dilaksanakan di lingkungan sekolah. Siswa yang tidak mengikuti munaqasah akan mendapatkan pembelajaran secara daring agar proses belajar tetap berjalan optimal.

 

Beberapa Kendala dan Harapan ke Depan

Meski persiapan dilakukan maksimal, kendala masih dijumpai, terutama pada siswa kelas 6 yang memiliki beban belajar lebih berat sehingga persiapan mereka untuk pra munaqasah tidak optimal.

“Tidak ada gading yang tak retak. Namun kami terus berusaha memberikan yang terbaik agar pembelajaran Al-Qur’an, sebagai program unggulan madrasah, dapat menghasilkan santri yang unggul dalam membaca dan menghafal Al-Qur’an,” tambahnya.

Pihak madrasah berharap pra munaqasah dapat menjadi sarana bagi santri untuk mengukur kemampuan diri sebelum menghadapi munaqasah resmi dari tim penguji Ummi pusat.

“Harapannya, pada pelaksanaan munaqasah berikutnya, para santri benar-benar siap dan menguasai seluruh materi yang diujikan,” pungkas beliau. (By Im-syMinuhu1mlg)

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *