Dalam sambutannya pada Upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Dr. Yulianti, S.Pd., M.Pd.I. mengajak seluruh keluarga besar MI Nurul Huda 1 Malang untuk mensyukuri nikmat kemerdekaan yang telah diperjuangkan dengan pengorbanan, darah, dan air mata para pahlawan. Kemerdekaan Indonesia yang diproklamasikan pada 17 Agustus 1945 bukanlah sesuatu yang diperoleh dengan mudah, melainkan hasil perjuangan panjang para pejuang bangsa yang mengorbankan tenaga, pikiran, harta, bahkan jiwa demi terbebas dari penjajahan.
Kepada para santri, beliau menegaskan bahwa makna kemerdekaan pada masa kini tidak hanya terbebas dari penjajahan, tetapi juga harus dimaknai sebagai perjuangan untuk bebas dari kebodohan, kemalasan, dan keterbelakangan. Jika dahulu para pahlawan berjuang dengan senjata, maka generasi saat ini harus berjuang dengan ilmu pengetahuan. “Kalau dulu mereka mengangkat bambu runcing, kita sekarang mengangkat buku,” menjadi pesan kuat agar para santri menjadikan belajar sebagai bentuk perjuangan dalam mengisi kemerdekaan.

Beliau juga mengajak para santri untuk menjadi pahlawan masa kini, yaitu anak-anak yang rajin belajar, disiplin, jujur, menghormati guru dan orang tua, bertanggung jawab, gemar membaca, tidak mudah menyerah, serta senang membantu sesama. Menurut beliau, dari ruang kelas yang sederhana dapat lahir pemimpin-pemimpin besar yang kelak memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara. Karena itu, para santri tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan belajar yang telah diperoleh pada zaman kemerdekaan.
Dalam pesannya, Dr. Yulianti juga mengajak para santri memaknai bendera Merah Putih sebagai simbol keberanian dan kesucian. Keberanian bukan berarti suka berkelahi atau melawan, tetapi berani berkata benar, membela yang lemah, mengakui kesalahan, dan meminta maaf. Sementara kesucian diwujudkan dengan menjaga hati dan perilaku agar senantiasa jujur, rendah hati, serta menjauhi sikap sombong dan menipu.

Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa cinta tanah air harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Cinta Indonesia dapat dilakukan melalui hal-hal sederhana, seperti rajin belajar, menjaga kebersihan lingkungan, tidak melakukan perundungan (bullying), menyayangi teman dan guru, menjaga lingkungan sekolah dan rumah, serta menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan santun. Menurutnya, kemerdekaan bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal dari tanggung jawab seluruh generasi untuk terus belajar, berkarya, dan memberikan manfaat bagi bangsa.

Menutup sambutannya, Dr. Yulianti mengajak para santri untuk menjalankan lima tugas utama sebagai generasi penerus bangsa, yaitu belajar dengan sungguh-sungguh, taat kepada orang tua dan guru, berani bermimpi dan memiliki cita-cita tinggi, saling menghargai serta menolong sesama, dan senantiasa jujur dalam perkataan maupun perbuatan. Peringatan HUT ke-81 RI diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk menumbuhkan semangat kebangsaan, rasa syukur, karakter positif, dan tanggung jawab sebagai penerus perjuangan para pahlawan.
“Kalian adalah harapan kami. Kalian adalah penerus para pahlawan. Jangan kecilkan diri kalian hanya karena masih duduk di bangku MI, karena dari sinilah masa depan Indonesia dimulai.” Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa setiap santri memiliki potensi untuk menjadi bagian penting dalam membangun Indonesia yang lebih maju, berkarakter, dan bermartabat. Semangat kemerdekaan harus terus dihidupkan melalui belajar, cinta tanah air, kejujuran, kepedulian, dan perbuatan baik setiap hari. (By.HumasMinuhumlg)

