Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Direktorat KSKK Madrasah melakukan monitoring pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di MI Nurul Huda 1 Kedungkandang, Senin (16/3/2026). Kegiatan ini bertujuan memastikan pengelolaan dana BOS berjalan sesuai ketentuan, transparan, dan berdampak pada peningkatan mutu pendidikan.
Tim monitoring yang dipimpin oleh Mustofa Fahmi menegaskan bahwa pemanfaatan dana BOS harus difokuskan pada peningkatan kualitas pembelajaran serta pengembangan madrasah. Ia menekankan pentingnya pengelolaan yang sesuai petunjuk teknis, akuntabel, dan terbuka sebagai bagian dari upaya membangun kepercayaan publik terhadap lembaga pendidikan.
Kepala MI Nurul Huda 1 Kedungkandang, Bapak Munir, S.Ag., menyampaikan apresiasi atas kunjungan tim Kemenag RI. Ia menjelaskan bahwa pengelolaan dana BOS di madrasah dilakukan secara transparan dan digunakan untuk mendukung berbagai program peningkatan mutu, termasuk pengembangan sarana dan prasarana pembelajaran.
“Monitoring ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan. Kami berharap adanya dukungan berkelanjutan dari pemerintah dalam pemenuhan fasilitas pembelajaran,” ujarnya.
Turut hadir mendampingi, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kota Malang, Bapak Abd. Mughni, M.Pd., yang memberikan apresiasi atas perkembangan madrasah. Ia menilai MI Nurul Huda 1 sebagai salah satu madrasah yang menunjukkan kemajuan pesat baik dari sisi prestasi maupun kualitas sumber daya manusia.
Dalam kesempatan tersebut, tim monitoring juga meninjau sejumlah program unggulan madrasah, termasuk penerapan Cambridge Program. Program ini dinilai sebagai langkah inovatif dalam meningkatkan daya saing madrasah di tingkat yang lebih luas.
Kegiatan monitoring ini diharapkan tidak hanya menjadi sarana evaluasi, tetapi juga memperkuat sinergi antara pemerintah dan lembaga pendidikan dalam mewujudkan madrasah yang unggul, profesional, dan berdaya saing global. (By Im-SyMinuhu1Mlg)

