Lebaran bukan sekadar perayaan hari kemenangan setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa, tetapi juga menjadi momentum yang sangat berharga untuk mempererat tali silaturahmi dan saling memaafkan. Nilai-nilai keikhlasan, kebersamaan, dan kasih sayang begitu terasa dalam suasana Idul Fitri. Setiap insan diajak untuk membuka hati, melapangkan dada, serta menghapus segala kesalahan dan kekhilafan, baik yang disengaja maupun tidak. Momentum ini menjadi pengingat bahwa hubungan antarsesama harus senantiasa dijaga dengan penuh kehangatan dan saling menghargai.
Suasana penuh haru dan kebahagiaan tampak di lingkungan MI Nurul Huda 1 Malang pada hari pertama masuk sekolah setelah libur Lebaran. Seluruh civitas akademik, mulai dari kepala madrasah, dewan guru, hingga para siswa, berkumpul untuk melaksanakan tradisi bersalaman (mushafahah) sebagai simbol saling memaafkan. Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan penuh nuansa kekeluargaan, yang semakin mempererat hubungan antarwarga madrasah. Acara kemudian dilanjutkan dengan makan ketupat bersama, menghadirkan suasana hangat dan kebersamaan setelah menjalani libur panjang.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Madrasah berhalangan hadir karena kondisi kesehatan, sehingga sambutan diwakili oleh Ust. Usman, S.Pd selaku Kepala Bidang Kurikulum dan Pengembangan SDM. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya saling memaafkan sebagai bagian dari ajaran Islam. “Agar niat mulia dalam memaafkan benar-benar mendapatkan ampunan dari Allah, maka harus didasari tiga hal, yaitu niat yang tulus dan ikhlas, hati yang bersih untuk benar-benar meminta maaf dan memaafkan, serta dibuktikan dengan sikap positif setelah saling bermaafan,” ungkapnya.
Sementara itu, Ibu Nuafah, S.Pd selaku Koordinator Bidang Humas dan Sarana Prasarana menyampaikan bahwa selain kegiatan mushafahah, siswa juga diberikan kegiatan bermuatan literasi. “Pada hari pertama masuk sekolah, siswa diajak berbagi cerita pengalaman selama Lebaran melalui cerita bergambar dan karangan pendek,” jelasnya. Hal senada disampaikan oleh Ibu Saidatul Rohmah, S.Pd selaku Bendahara Madrasah, yang menuturkan bahwa kegiatan literasi tersebut diharapkan mampu menjadi sarana untuk mengembalikan semangat belajar siswa. “Pembelajaran dikemas secara rileks, santai, dan menyenangkan, namun tetap bermakna,” ujarnya.
Melalui rangkaian kegiatan ini, MI Nurul Huda 1 Malang tidak hanya menanamkan nilai-nilai keislaman dan kebersamaan, tetapi juga berupaya membangun kembali semangat belajar siswa dengan suasana yang positif dan inspiratif. (By Im-SyafMinuhu1mlg)
