MI Nurul Huda 1 Malang Sambut Studi Tiru KKMI 3 Kota Malang, Pembelajaran Bahasa Inggris Jadi Sorotan

MI Nurul Huda 1 Malang Sambut Studi Tiru KKMI 3 Kota Malang, Pembelajaran Bahasa Inggris Jadi Sorotan

Malang, 15 September 2026 — MI Nurul Huda 1 Malang menerima kunjungan studi tiru dari Kelompok Kerja Kepala Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) 3 Kota Malang pada Selasa (15/9/2026). Sebanyak 31 guru dan 12 kepala madrasah dari berbagai MI di wilayah KKMI 3 Kota Malang hadir untuk menggali praktik baik pengelolaan madrasah dan pembelajaran di MI Nurul Huda 1 Malang.

Sejak tiba di lingkungan madrasah, para peserta tampak antusias mengamati berbagai fasilitas dan program unggulan. Sepanjang perjalanan menuju kelas observasi, beragam pertanyaan disampaikan kepada guru pendamping.

“Bu, di MI sini ternyata sudah ada penjurusan mulai kelas 3, ya?” tanya salah satu peserta, menunjukkan ketertarikannya terhadap program pembelajaran yang diterapkan.

Rasa penasaran juga muncul ketika peserta mengamati sarana dan prasarana madrasah, termasuk kapasitas daya listrik. “Di sini daya listriknya 1.300 watt atau berapa?” tanya Siti, salah satu kepala madrasah peserta studi tiru. “Bukan 1.300 watt, Bu, tetapi 16.500 watt dikali dua, jadi totalnya 33.000 watt,” jawab Munir, Kepala MI Nurul Huda 1 Malang.

Pembelajaran Berbahasa Inggris Menjadi Sorotan

Kekaguman peserta semakin terlihat saat melakukan observasi pembelajaran di kelas. Guru-guru peserta studi tiru mengamati secara langsung proses pembelajaran, penggunaan media yang menarik, serta cara guru membangun fokus dan keterlibatan siswa.

 

“Cara guru menjelaskan dengan media yang menarik sekali, sehingga anak-anak bisa fokus dan tidak bosan,” ungkap Luluk, salah satu peserta studi tiru.

 

Praktik pembelajaran berbahasa Inggris sehari-hari menjadi salah satu hal yang paling menarik perhatian. Peserta melihat bagaimana bahasa Inggris digunakan dalam interaksi pembelajaran, sehingga siswa terbiasa mendengar, memahami, dan merespons percakapan dalam bahasa Inggris.

 

Usai observasi di sejumlah kelas, peserta berkumpul di Masjid Hj. Masammah Chomariyah untuk mengikuti sesi refleksi dan tanya jawab. Diskusi berlangsung hangat, terutama ketika membahas strategi membangun kemampuan berbahasa Inggris siswa.

“Murid sini (siswa ICP) saya tanya pakai bahasa Indonesia, dia bingung menjawab. Tapi saya tanya pakai bahasa Inggris, dia malah lancar menjawab. Bagaimana cara mengajarkannya?” tanya salah satu guru dari MI Manarul Islam.

Pertanyaan tersebut menjadi bagian dari diskusi tentang pembiasaan bahasa, metode pembelajaran, dan lingkungan belajar yang mendukung keterampilan berbahasa Inggris siswa sejak dini.

Kepala Madrasah Gali Praktik Baik Pengelolaan SDM

Selain observasi pembelajaran, kegiatan studi tiru juga diikuti oleh para kepala madrasah. Sesi pemaparan dan diskusi bersama Kepala MI Nurul Huda 1 Malang, Munir, menjadi kesempatan bagi para kepala madrasah untuk menggali pengalaman dalam pengelolaan lembaga, khususnya pengembangan sumber daya manusia (SDM).

 

Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang disampaikan. Pembahasan semakin hangat ketika memasuki topik kedisiplinan, kekompakan, dan pengelolaan tenaga pendidik serta kependidikan.

“Di sini guru wajib datang maksimal jam 06.25. Lebih satu detik dianggap terlambat. Tidak ada toleransi waktu dan ada konsekuensinya,” ungkap Munir saat menjelaskan penerapan kedisiplinan di MI Nurul Huda 1 Malang.

 

Penjelasan tersebut memantik diskusi lebih lanjut mengenai strategi membangun budaya disiplin, komitmen bersama, dan tanggung jawab seluruh warga madrasah. Waktu yang tersedia terasa singkat karena tingginya antusiasme peserta untuk menggali lebih dalam berbagai praktik pengelolaan madrasah. Meski demikian, kegiatan tetap berjalan dengan lancar dan penuh semangat.

Berbagi Praktik Baik, Menguatkan Kolaborasi Madrasah

Kegiatan studi tiru KKMI 3 Kota Malang di MI Nurul Huda 1 Malang ditutup pada pukul 11.15 WIB dengan doa bersama. Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi, berbagi pengalaman, dan menguatkan kolaborasi antarmadrasah. Melalui kegiatan semacam ini, diharapkan berbagai praktik baik yang diperoleh dapat menjadi inspirasi untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran dan pengelolaan madrasah.

MI Nurul Huda 1 Malang : Berbagi Praktik Baik, Menginspirasi, dan Terus Bertumbuh.

(by.ImsyMinuhu1Mlg)

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *