Wisuda Al-Qur’an Metode Ummi MI Nurul Huda 1 Malang: 168 Santri Lulus Munaqasah dan Raih Prestasi hingga Jawa Timur

Wisuda Al-Qur’an Metode Ummi MI Nurul Huda 1 Malang: 168 Santri Lulus Munaqasah dan Raih Prestasi hingga Jawa Timur

Malang – MI Nurul Huda 1 Malang kembali menggelar Wisuda Al-Qur’an Metode Ummi yang ke-9 dengan penuh khidmat dan kebanggaan. Sebanyak 168 santri dinyatakan lulus munaqasah setelah menyelesaikan seluruh rangkaian pembelajaran Al-Qur’an, meliputi tartil, ghorib, tajwid, dan tahfidz. Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi bentuk apresiasi tertinggi madrasah atas kerja keras para santri dalam menempuh proses panjang pembelajaran Al-Qur’an. Lebih membanggakan, program ini juga telah melahirkan berbagai prestasi, mulai dari juara Tahfidzul Qur’an Juz 30 hingga lomba tartil Al-Qur’an di tingkat Kota Malang sampai Provinsi Jawa Timur.

Di balik capaian tersebut, Kepala Madrasah, Bapak Munir, S.Ag, mengungkapkan perjalanan penuh tantangan saat awal bertugas. Ia sempat merasa prihatin karena sebagian siswa kelas VI belum mampu membaca Al-Qur’an dengan baik, bahkan ada yang belum mengenal huruf hijaiyah. Berangkat dari kondisi tersebut, beliau bersama para guru merancang pembelajaran Al-Qur’an yang sistematis dan inklusif melalui Metode Ummi dalam kegiatan intrakurikuler. Upaya ini membuahkan hasil nyata, menjadikan wisuda tahun ini sebagai bukti keberhasilan transformasi pembelajaran Al-Qur’an di madrasah.

Koordinator pembelajaran Ummi, Ust. Amin Hidayat, S.Pd., M.Pd., menambahkan bahwa pencapaian ini tidak diraih dengan mudah. Berbagai kendala dihadapi selama proses pembelajaran, baik dari sisi guru maupun santri. Namun, dengan semangat kebersamaan dan tekad kuat untuk mengantarkan santri meraih keberhasilan, capaian demi capaian dapat diwujudkan. “Alhamdulillah, hari ini menjadi bukti nyata bahwa kerja keras para guru dan dukungan semua pihak mampu mengantarkan 169 santri mengikuti wisuda dan imtihan Al-Qur’an,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Ust. Syafi’uddin, S.Pd, salah satu pengajar Al-Qur’an, yang menyebutkan bahwa peserta wisuda tahun ini berasal dari kelas 1 hingga kelas 6 dengan berbagai kategori, yaitu tahfidz, tartil, ghorib, dan tajwid. Menariknya, terdapat satu siswa kelas 1 (Jauhara) yang telah menyelesaikan hafalan juz 30, serta satu santri kelas 6 (Aghisna  Byan Salsabila) berhasil menuntaskan hafalan 30 juz Al-Qur’an. Prestasi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi santri lainnya untuk terus semangat dalam menghafal dan mempelajari Al-Qur’an.

Sementara itu, salah satu wali santri, Ust. Abu Thoyib, turut menyampaikan rasa bangga dan harunya atas pencapaian tersebut. Ia melihat adanya perubahan signifikan pada anaknya, mulai dari kualitas bacaan Al-Qur’an yang semakin baik, kedisiplinan dalam melaksanakan salat lima waktu, hingga akhlak yang lebih terjaga di rumah. Ia juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam mendukung keberhasilan anak, baik melalui motivasi belajar maupun pemberian apresiasi atas prestasi yang diraih.

Di akhir acara, Kepala Madrasah menyampaikan pesan penuh makna kepada para wisudawan agar senantiasa istiqamah dalam membaca Al-Qur’an, menjaga salat lima waktu, serta berbakti kepada orang tua. Ia berharap para santri dapat menjadi teladan dalam beribadah dan berakhlak mulia, sekaligus menjaga nama baik almamater. Wisuda ini menjadi bukti bahwa dengan niat ikhlas, kerja keras, serta metode yang tepat, sebuah keprihatinan dapat berubah menjadi kebanggaan dalam mencetak generasi Qur’ani. (By Im-SyMinuhu1Mlg)

 

 

 

 

 

 

 

 

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *